Dalam Bhagawad Gita II.15 ada dinyatakan “sama duhkha-sukham dhiram“. Maksudnya: seimbang dan teguhkanlah diri menghadapai gejolak senang dan sedih. Fluktuasi senang dan sedih pada zaman Kali ini semakin tajam, terutama bagi mereka yang lemah daya spiritualnya. Membangun sikap hidup yang bijaksana amat sulit kalau masih…
Category: Susila
Oleh: Ketut Gobyah Tapah para, kerta yuge. Tretayam jnyana mucyate. Dvapare yadnyavaivahur. Daana mekam kalau yuge. (Manawa Dharmasastra. I.86). Maksudnya: Pada zaman Kerta puncak beragama dengan Tapa. Pada zaman Treta dengan Jnyana. Upacara Yadnya pada zaman Dwapara. Sedangkan pada zaman Kali dengan Daana Punia. Telah…
Oleh: Ketut Gobyah Dasa puuvaanparaan vamsyan Aatmanam caikavim sakam Braahmiputrah sukrita krnmoca Yedenasah pitr rna (Manawa Dharmasastra III.37). Maksudnya: Seorang anak yang lahir dari Brahma Vivaha, jika ia melakukan perbuatan baik akan dapat membebaskan dosa-dosa sepuluh tingkat leluhurnya dan sepuluh tingkat keturunannya dan ia sendiri…
Oleh: I Ketut Wiana Masih banyak orang yang baru merasa beragama kalau sudah melaksnakan upacara yadnya atau melakukan sembahyang. Menolong orang menderita, berdana punia di bidang pendidikan, tidak mengotori lingkungan, berlalu lintas yang sopan mengikuti aturan, hidup hemat, hal itu sering tidak dianggap sebagai perilaku…
Panca Yama Brata merupakan lima pedoman tingkah laku yang baik. Yang termasuk dalam Panca Yama Brata adalah: Ahimsa artinya tidak menyiksa/membunuh Brahmacari artinya tidak melakukan hubungan kelamin selama dalam menuntut ilmu pengetahuan/ilmu Ketuhanan Satya artinya setia akan janji yang menyebabkan senangnya orang lain. Awyawaharika artinya…