Oleh: Mangku Suro Di antara semua makhluk hidup, hanya manusialah yang perbuatannya digolongkan sebagai subhakarma (perbuatan baik) dan asubhakarma (perbuatan buruk). Maka dari itu, hanya manusialah yang memiliki agama. Weda diwahyukan untuk seluruh umat manusia. Sebaik-baiknya anjing menjaga rumah, berburu mangsa, menjadi kesayangan, belum ada…

Oleh: I Ketut Gobyah Dhanikah strotriyo raajaa Nadii vaidyastu pancamah. Panca yatra na vidyate Na tatra divasam vaset. (Canakya Nitisastra I,9) Artinya: Apabila tidak ada lima unsur seperti orang kaya (dhanikah), orang suci (strotria) yang ahli Veda, pemimpin (Raja), orang yang ahli dalam pengobatan (vaidya)…

Oleh:¬† SiPutu Sumardhaya Peradaban modern melatih dan membuat kita selalu berkompetisi untuk menjadi lebih cepat. Apapun yang dilakukan dengan lebih cepat dan jika menghasilkan kesuksesan, akan menjadikan diri kita mendapatkan decak kagum dari orang lain. Yah begitulah tuntutan jaman modern yang serba cepat dan harus…

Oleh: I Ketut Gobyah Idaanim dharma pramaanaanyaa. Wedo’khilo dharma mulam Smrtisile ca tadvidam Aacaaracaiva saadhuunaam. Aatmanastustireva ca. (Manawa Dharmasastra.II,6). Artinya: Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) sumber dari Dharma. Kemudian barulah Sila (tingkah laku yang suci). Lalu kemudia muncul Acara (kebiasaan Weda) dan kepuasan…

Paasako matsyaghaati ca vyaadhah saakunikas tathaa Adaataa karsakas ca iava pancat te sama bhaginah. (Parasara Dharmasastra II.10). Artinya: Seorang pasaka (orang yang menangkap binatang dengan memasang jerat) nelayan, pemburu, penangkap burung, orang pelit dipandang sama dan sama juga kualitas dosanya. Telah Dibaca: 1,330