Tanda-Tanda Kehidupan Jaman Kali Yuga

Bagikan

Oleh: Drs. I Wayan Catra Yasa

Om Swastyastu,

Umat Se-Dharma Yang Berbahagia, Beginilah sifat yang menonjol dari orang-orang yang hidup di jaman kali yuga. Jika ada seseorang yang sebelumnya tidak sepatah katapun, akhirnya berkat seorang guru suci dan arif, ia menjadi pandai , tetapi waktu ditanya oleh orang lain akan pongah berkata,”Bukan pendeta ini atau itu yang mengajarkan ajaran ini kepada saya tetapi memang ajaran ini saya telah ketahui sendiri dari dulu”.

Dapatlah kita katakan bahwa sudah demikianlah sifat dari orang-orang dijaman kali yuga. Jika seseorang seperti tadi setelah meninggal dan sudah selesai menikmati alam baka semua hasil perbuatan di masa lampau, yaitu hasil perbuatan yang baik maupun buruk, nantinya akan lahir dalam golongan swanayoni, yaitu menjadi anjing. Jika anjing itu mati menjelma lagi menjadi orang candela.

Bagaimanakah sifat-sifat orang candela? Beginilah sifat sifat dan tingkah laku orang cendala : Ia dilahirkan di jaman kali yuga. Ia suka menjahati orang –orang yang tidak bersalah. Ia menuduh jahat orang – orang baik. Dan ia jahati orang – orang suci. Ia tipu para pendeta, ia bunuh orang orang budiman. Ia mencuri. Ia suka menganiaya. Perangainya kasar dan pemarah. Ia suka merampok. Ia membegal. Ia membunuh. Ia suka memancung dengan keris. Ia pandai membuat racun dan suka meracuni orang.

Ia melakukan sihir dan menjadi leak jadi-jadian, memasang guna – guna, suka memfitnah dan menggunakan kata – kata keji yang tak patut didengar telinga, selalu memasang mata kepada orang kaya, dengki kepada orang – orang yang berbahagia, ingin pada milik orang lain, tidak ambil pusing pada orang orang melarat, dan sering menghina orang orang pertapa serta menjelek-jelekan dharma. Ia melakukan delapan macam perbuatan jahat, k depalan macam pencurian dan keenam penganiayaan.

Ia cendrung membunuh sapi, orang Brahmana, Sarjana, Rsi, pengikut Siwa dan Budha. Ia juga tidak segan membunuh guru dan orang tua. Ia merusak tempat suci dan mengambil segala harta benda yang ada di dalamnya. Ia tidak segan menganiaya guru dan para siswanya. Kalau ia laki –laki ia lebih suka beristri laki – laki ( homoseks ) Kalau ia perempuan ia lebih suka besuami perempuan ( lesbian). Ia melakukan perkosaan terhadap ibunya, memperkosa anak kandungnya sendiri. Tidak pemerintah dan tidak ada pendeta baginya, tidak ada tempat memuja leluhur baginya, dan tidak ada tempat pemujaan Tuhan.

Itulah perbuatan – perbuatan pemusnah di jaman kali yuga. Tidak ada tinggi dan rendah. Seluruh dunia diamuk oleh bencana alam dan angina taufan. Tanam-tanaman palawija hampa dan mati. Di seluruh Negara ada peperangan, perang saudara. Petani-petani dalam kesedihan, adapt dan agama selalu dirusak dan dilangar, kota kota hancur. Segala penyakit menular menjangkit. Timbul wabah penyakit influenza dan desentri. Di samping itu di mana-mana terjadi kebodohan, anak-anak jadi bangga atas keberaniannya melanggar hokum dan pentunjuk orang tua, tidak hormat ditunjukan kepada orang tua, keluraga dekat atau keluarga besar. Semuanya menggelisahkan dan membingungkan.

Demikianlah keadaan pikiran manusia pada jaman kali yuga yang sudah berlarut larut. Dan bagi mereka yang berbudi luhur dan mempertahankan keluhuran dharma, janganlah hendaknya bergaul dan berminat pada perbuatan jahat manusia jaman kali yuga, untuk menghindari neraka.

Satyam Evam Jayathe,

Om Santih, Santih, Santih, Om

Sumber: http://hindubatam.com


Bagikan

About

You may also like...

Your email will not be published. Name and Email fields are required