Setelah di posting sebelumnya disebutkan tentang pelarangan pembunuhan binatang dalam weda beserta sloka-sloka yang terkait dengan pelarangan tersebut  ,berikut ini tulisan dari Bhagawan Dwija tentang penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk tujuan upacara. Dalam Manawa Dharmasastra Buku ke-5 pasal 22, 23, 28, 29, 31, 35, 39,…

Oleh: I Ketut Gobyah Idaanim dharma pramaanaanyaa. Wedo’khilo dharma mulam Smrtisile ca tadvidam Aacaaracaiva saadhuunaam. Aatmanastustireva ca. (Manawa Dharmasastra.II,6). Artinya: Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) sumber dari Dharma. Kemudian barulah Sila (tingkah laku yang suci). Lalu kemudia muncul Acara (kebiasaan Weda) dan kepuasan…

Paasako matsyaghaati ca vyaadhah saakunikas tathaa Adaataa karsakas ca iava pancat te sama bhaginah. (Parasara Dharmasastra II.10). Artinya: Seorang pasaka (orang yang menangkap binatang dengan memasang jerat) nelayan, pemburu, penangkap burung, orang pelit dipandang sama dan sama juga kualitas dosanya. Telah Dibaca: 1,329