Berikut ini bagian terakhir setelah Sang Watugunung berhasil dikalahkan, karena pada saat mengungkapkan rahasia mengenai kelemahannya didengarkan oleh Bhagawan Lumanglang yang sedang berupa laba-laba, kemudian memberitahu Dewa Wisnu. Besoknya adalah hari Anggara Pahingnya mayatnya ditarik-tarik oleh Sang Lumanglang, sehingga hari itu disebut hari ”paid-paidan”. Hari…
Tag: hindu
Telah diceritakan Sang Watugunung menaklukkan banyak kerajaan kemudian sampai istrinya ngidam mempunyai pembantu yang tidak lain adalah permaisuri Hyang Wisnu, sampai kemudian dikutuk oleh Sang Hyang Sangkara. Berikut lanjutannya. Tersebutlah lagi pertempuran Sang Hyang Ari berhadapan dengan si Watugunung, lalu keluarlah api yang amat hebat …
Pada bagian sebelumnya telah diceritakan Sang Watugunung telah menaklukkan banyak kerajaan. Berikut ini lanjutannya. Demikianlah jawaban dari raja-raja yang didengar keterangannya. Dan raja Girisila membenarkan. Setelah mendengar keterangan dari para raja itu, maharaja Girisila memerintahkan kepada rakyatnya supaya mempersiapkan diri lengkap dengan persenjataan guna menyerang…
Dalam ajaran Wariga peranan wuku tidak dapat dikesampingkan dalam menentukan padewasan untuk mengawali suatu pekerjaan mapun melakukan Yajña. Setelah wewaran, wuku adalah merupakan rumusan ke dua dari wariga untuk menentukan padewasan. Berdasarkan lontar Medangkamulan diceritakan kelahiran wuku seperti dibawah ini. Tersebutlah ada raja yang banyaknya…
Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu dibagi menjadi lima bagian yang disebut dengan Panca Sradha, yaitu percaya adanya Tuhan (Hyang Widhi), percaya adanya Atman, percaya adanya Hukum Karma Phala, percaya adanya Punarbhawa (Reinkarnasi/ Samsara) dan percaya adanya Moksa. Telah Dibaca: 10,124
Oleh: Ketut Gobyah Tapah para, kerta yuge. Tretayam jnyana mucyate. Dvapare yadnyavaivahur. Daana mekam kalau yuge. (Manawa Dharmasastra. I.86). Maksudnya: Pada zaman Kerta puncak beragama dengan Tapa. Pada zaman Treta dengan Jnyana. Upacara Yadnya pada zaman Dwapara. Sedangkan pada zaman Kali dengan Daana Punia. Telah…
Oleh: Ketut Wiana Bentuk pelinggih Meru yang ada di Bali terutama di Pura Padharman pada awalnya berbentuk candi. Seperti meru di Pura Padharman Ida Dalem Klungkung di Besakih, semuanya berbentuk Candi Prasada dibuat dari batu bata. Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, semua pelinggih Candi…