Hakekat Brahman

Bagikan

Oleh: Mangku Suro

Brahman adalah segalanya dan ada di dalam segala hal. Brahman adalah esa, tidak ada Brahman yang kedua, apalagi ketiga, keempat dan seterusnya. Brahman adalah Kebenaran Tertinggi, Realitas Absolut. Sejuta nama pun kita berikan untuk Brahman, Dia tetaplah esa, Brahman Yang Maha Esa, imanen dan transenden. Mencipta, memelihara, melebur, merahasiakan dan mewahyukan adalah lima kekuatan-Nya.

Brahman itu nyata adanya (bukan maya), kita bisa memahami Dia dalam tiga kesempurnaan, yaitu Brahman sebagai Realitas Absolut, Kesadaran Murni dan Jiwa Utama. Sebagai Realitas Absolut, Brahman tak termanifestasikan, tidak pernah berubah dan transenden, Brahman sebagai Brahman itu sendiri, di luar waktu, bentuk dan ruang. Sebagai Kesadaran Murni, Brahman adalah substansi utama yang nyata, kasih dan cahaya suci yang mengalir di segala bentuk (wujud), ada di mana-mana di semua tempat, ada di semua waktu, tidak ada saat di mana Brahman tidak ada.

Sebagai Jiwa Utama, Brahman adalah penjelmaan dalam lima lipatan (penggambaran: ambil selembar kertas, lipat menjadi lima lipatan, beri warna yang berbeda untuk masing-masing lipatan; biasanya dipakai warna putih, merah, kuning, hitam, dan abu-abu; pancawarna seperti yang biasa dipakai pada “pengider-ider” diurut mengikuti perputaran “murwa-daksina”).

Didapatlah lima lipatan kertas yang nampak berbeda warna, tetapi itu tiada lain adalah berasal dari selembar kertas. Putih mewakili Iswara, Jiwa Utama Brahman sebagai Sang Maha Kuasa. Merah mewakili Brahma, Jiwa Utama Brahman sebagai Sang Maha Pencipta. Kuning mewakili Mahadewa, Jiwa Utama Brahman sebagai Sang Maha Pengungkap, Hitam mewakili Wisnu, Jiwa Utama Brahman sebagai Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Abu-abu mewakili Siwa (Rudra), Jiwa Utama Brahman sebagai Sang Maha Pelebur.

Brahman adalah Penguasa pribadi kita, sumber dari triloka. ANG-AH, “Bapak” sekaligus “Ibu” yang agung dari alam semesta, yang melindungi, memelihara dan memandu kita, merahasiakan Kebenaran selama kita masih berkembang, dan mengungkapnya ketika kita cukup “dewasa” untuk menerima “keanggunan” Brahman yang demikian banyak dan berlimpah-limpah.

Brahman adalah segalanya dan ada di dalam segala hal, jauh melampaui pengertian pikiran kita, misteri suci yang hanya dapat diketahui dalam penunggalan langsung. Brahman adalah asal dari segala hal yang berasal, sumber dari sumbernya sumber, tak dapat direnungkan tapi harus direnungkan, karena kerinduan jiwa bukan lahir dari perenungan melainkan dari kehendak Sang Brahman sebagi sumber dari segala renungan. Ya, bila mengenal Brahman, semuanya bisa dipahami, semua bisa dimaklumi.

Di dalam bhuwana alit kita masing-masing, Tri Guna adalah karakteristik dari Brahman itu sendiri; rajas (pencipta), sattwam (pemelihara) dan tamas (pelebur). Bagian dari-Nya yang dikarakterisasikan oleh rajas adalah Brahma. Bagian dari-Nya yang dikarakterisasikan oleh sattwam adalah Wisnu. Bagian dari-Nya yang dikarakterisasikan oleh tamas adalah Siwa (Rudra).

Sumber: http://www.facebook.com


Bagikan

About

You may also like...

One thought on “Hakekat Brahman

  1. The Gunk's

    September 15, 2009 at 7:03pm

    Maksih bos materinya…

    brkunjung balik Bos

Your email will not be published. Name and Email fields are required