Bersujud

Bagikan

Iron turns into rust if it seeks the company of soil. It glows, softens and takes on useful shapes, if it enjoys the company of fire. Dust can fly if it chooses the wind as its friend. It has to end as slime in a pit, if it prefers water. It has neither wing nor foot, yet it can either fly or walk, rise or fall, according to the friend it selects. Knowing this truth, a great saint, Kabir once said.  “Here are my prostrations to the good, Here are my prostrations to the bad.” When asked why he offered prostrations to the bad, he said, “My prostrations to the bad, so that they may leave me alone. I do the same before good, so that they might remain near me always.”  You are shaped by the company you keep.


Besi menjadi berkarat jika berada di tanah. Namun ia akan berkilau, lunak dan bisa dibentuk menjadi sesuatu yang berguna, jika telah dipanaskan dengan api. Debu bisa terbang jika ia memilih angin sebagai temannya. Namun ia akan berubah menjadi lumpur dalam kubangan, jika ia memilih air. Debu tidak memiliki sayap atau kaki, ia akan menjulang atau tenggelam, tergantung pada teman yang ia pilih. Berdasar kebenaran ini, seorang maha suci, Kabir sekali waktu berkata, “Ini sujudku pada kebaikan, Ini sujudku juga pada keburukan.” Ketika ditanyai mengapa ia bersujud pada keburukan, ia berkata, “Sujudku pada keburukan, itu supaya mereka meninggalkanku seorang diri. Aku melakukan hal yang sama pada kebaikan, supaya mereka tetap bersama disampingku selamanya.” Engkau dibentuk berdasarkan pengaruh dari lingkungan yang engkau pilih.

– Divine Discourse, Nov 14, 1976.


Bagikan

About

You may also like...

Your email will not be published. Name and Email fields are required