Jangan Berhenti Menebar Benih Kebaikan
Tersebutlah seorang suci yang tinggal di India Tengah, bernama Ekanath. Beliau sangat maju didalam yoga samadhi-nya dan hidupnya sangat sederhana. Para penduduk mengenalnya sebagai seorang pendeta yang tidak pernah marah. Tidak ada yang mampu memancing amarahnya dan karena itulah para penduduk ingin sekali melihat apa yang akan terjadi jika beliau marah? Mereka ingin biar dapat melihat Ekanath marah sekali saja. Berbagai usaha sudah pernah dicoba namun selalu gagal.
Hal itu menambah “gregetan” hati para penduduk setempat. Keinginan mereka untuk melihat Ekanath marah semakin menjadi-jadi. Hingga suatu ketika, mereka membujuk seseorang untuk memancing keluar kemarahan Ekanath. Orang itu dibayar mahal, hanya demi para penduduk dapat melihat kemarahan Ekanath sekali saja.
Pada suatu hari, sebagaimana biasanya dalam kesehariannya, Ekanath pergi ke sungai untuk mandi. Ekanath langsung melakukan pemujaan sederhana dan masuk ke dalam sungai. Sedangkan di bagian pinggir sungai yang lain, di bawah pohon, lelaki bayaran itu duduk dengan tenang sambil makan kacang kulit, menunggu Ekanath selesai mandi. Setelah selesai mandi Ekanath naik ke daratan, berjalan mengarah ke ashramanya untuk melakukan persembahyangannya.
Tiba-tiba, Ekanath dihadang oleh lelaki itu. Setelah dekat, lelaki itu meludahi wajah Ekanath, setelah itu ia pergi dan kembali duduk di bawah pohon tadi.
[Read the rest of this entry...]

