Hindu Dharma

Moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma

Entries for the ‘Tattwa’ Category

Penyembelihan Binatang Diperbolehkan untuk Tujuan Upacara

Setelah di posting sebelumnya disebutkan tentang pelarangan pembunuhan binatang dalam weda beserta sloka-sloka yang terkait dengan pelarangan tersebut  ,berikut ini tulisan dari Bhagawan Dwija tentang penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk tujuan upacara.
Dalam Manawa Dharmasastra Buku ke-5 pasal 22, 23, 28, 29, 31, 35, 39, 40, 41, 42, penyembelihan binatang dibolehkan. Lihat pasal-pasal berikut ini:
Pasal 39 [...]

Comments (2)

Makna Tumpek Wayang dalam Kehidupan Manusia

Hari ini, Sabtu 04 September 2010, bertepatan dengan hari Tumpek Wayang. Berikut ini tulisan terkait dengan maknanya. Semoga bisa diambil hikmahnya.
Oleh : NI MADE PUTRI, S.Sos.
Tumpek Wayang adalah manifestasinya Dewa Iswara yang berfungsi untuk menerangi kegelapan, memberikan pencerahan ke hidupan di dunia serta mampu membangkitkan daya seni dan keindahan. Dimana tumpek terdiri dari dua suku [...]

Leave a Comment

Sloka Pelarangan Membunuh Binatang

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pembunuhan binatang dilarang dalam weda. Berikut ini lanjutannya.
Sebab itulah kitab-kitab Weda pada akhirnya memang melarang adanya pembunuhan binatang, meski pada awalnya seolah terdapat cukup “peluang” untuk melakukan pembunuhan guna tujuan yajna. Namun tetap ada kalangan yang berpikiran bahwa kitab suci Manawa Dharmasastra (Weda Smrti), yaitu kompedium Hukum Hindu sepenuhnya membenarkan dilakukan [...]

Comments (1)

Pembunuhan Binatang Dilarang dalam Weda

Makhluk Hidup adalah Bagian dari Tuhan
Semua mahkluk hidup adalah bagian percikan dari Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki sifat yang sama seperti Tuhan. Karena itu keberadaan bagian percikan ini sewajarnya ia tidak boleh terlepas dari sumbernya. Namun demikian sebagai Sang Maha Pencipta Yang Maha Pemurah, Tuhan Yang Maha Esa telah senantiasa memberi kemerdekaan kepada para [...]

Comments (2)

Ala Ayuning Wuku

Setelah membaca Mitologi Pawukon yang menceritakan terjadinya wuku atau pawukon, berikut ini penggolongan wuku yang berkaitan dengan penentuan ala ayuning wuku (baik buruknya hari). Sekilas kita rangkum kembali, wuku jumlahnya 30, dimana masing-masing wuku dalam rentang 7 hari dimulai pada hari Minggu (Redite) dan berakhir pada hari Sabtu (Saniscara). Urutan wuku adalah sebagai berikut:

Sinta
Landep
Ukir
Kulatir
Taulu/Tolu
Gumbreg
Wariga
Warigadean
Julungwangi
Sungsang
Dungulan
Kuningan
Langkir
Medangsia
Pujut
Pahang
Krulut
Merakih
Tambir
Medangkungan
Matal
Uye
Menail
Prangbakat
Bala
Ugu
Wayang
Kelawu
Dukut
Watugunung

Wuku tersebut [...]

Comments (1)

Berpasrah Diri Tidak Berarti Bermalas-malasan

Oleh: Mangku Suro

Bagi umat yang ada di jenjang hidup Grhasta Asrama, Karma Yoga lebih mendominasi. Kerja keras dan tidak malas merupakan kewajiban dan kebajikan yang patut dilakukan. Tuhan hanya menyayangi mereka yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan, bukan mereka yang malas, dan bukan mereka yang menyepelekan segala sesuatu. Orang yang suka bekerja keras dan [...]

Leave a Comment

Membangun Candi Jiwa yang Kokoh

Oleh: Mangku Suro
Seberapa kuat seharusnya kita agar bisa menemukan Kebenaran Sejati. Kita harus sangat kuat. Bagaimana kita menjadi kuat? Dengan latihan. Kita harus melatih jiwa kita dengan mematuhi aturan-aturan sadhana yang ada di dalam Weda atau yang diberikan oleh guru sadhana yang kita yakini telah mencapai pencerahan batin. Pada awalnya, semua aturan sadhana yang diberikan [...]

Leave a Comment




  • Categories