Berikut ini lanjutan dari Pandangan Hindu terhadap Vegetarian dari uraian sebelumnya. Hingsa-karma, perbuatan membunuh-bunuh, adalah adharma, bertentangan dengan agama. Tan sayogya prihen, dia tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang sedang mencoba melaksanakan ajaran-ajaran agama. Apalagi ia didapatkan dengan berbagai kesulitan dan memberikan penderitaan besar kepada…

Om Namo Narayanaya. Om Buddhagni-devaya namah. Sejak dahulu kala, para leluhur bangsa Indonesia telah mengenal cara hidup vegetarian. Tetapi, pada umumnya pengertian/pengenalan terhadap vegetarian tersebut adalah sebagai cara orang-orang untuk mematangkan “ilmu” tertentu. Bahkan sekarang pun orang masih tetap beranggapan bahwa cara hidup vegetarian adalah…

1.Resi Patanjali: “Ahimsa, mutlak harus dilakukan dalam segala waktu, tempat, keadaan dan kelahiran.” 2.Resi Sukra Acarya: “Bagi mereka yang berkeinginan untuk mengembangkan sifat-sifat saleh, hendaknya jangan makan daging dan minu minuman keras.” 3.Maharesi Bhisma: “Akibat lain dari makan daging adalah badan cepat lemah dan nafsu-nafsu…

Kisah renungan tentang menebar benih kebaikan dan cinta kasih dilanjutkan lagi. Sekarang cerita lain…, di sebuah hutan di dekat sebuah desa terpencil, lewatlah seorang pendeta sambil berkomat-kamit dan tangannya memegang tasbih. Ketika pendeta melewati tepi sungai yang sedang banjir, beliau melihat seekor kalajengking terapung-apung berpegangan…

Setelah di posting sebelumnya disebutkan tentang pelarangan pembunuhan binatang dalam weda beserta sloka-sloka yang terkait dengan pelarangan tersebut  ,berikut ini tulisan dari Bhagawan Dwija tentang penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk tujuan upacara. Dalam Manawa Dharmasastra Buku ke-5 pasal 22, 23, 28, 29, 31, 35, 39,…