Hindu Dharma

Moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma

Entries for September, 2010

Vegetarian dan Ahimsa

Berikut ini lanjutan dari Pandangan Hindu terhadap Vegetarian dari uraian sebelumnya.
Hingsa-karma, perbuatan membunuh-bunuh, adalah adharma, bertentangan dengan agama. Tan sayogya prihen, dia tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang sedang mencoba melaksanakan ajaran-ajaran agama. Apalagi ia didapatkan dengan berbagai kesulitan dan memberikan penderitaan besar kepada binatang bersangkutan (atikasta)[8]. Lebih jauh, ajaran karma-phala juga dijabarkan dengan cukup [...]

Leave a Comment

Pandangan Hindu terhadap Vegetarian

Om Namo Narayanaya.
Om Buddhagni-devaya namah.
Sejak dahulu kala, para leluhur bangsa Indonesia telah mengenal cara hidup vegetarian. Tetapi, pada umumnya pengertian/pengenalan terhadap vegetarian tersebut adalah sebagai cara orang-orang untuk mematangkan “ilmu” tertentu. Bahkan sekarang pun orang masih tetap beranggapan bahwa cara hidup vegetarian adalah cara yang “tidak normal”, yang hanya dilakukan oleh orang-orang tua atau beberapa [...]

Comments (1)

Beragama yang Sederhana

Oleh:  Prabu Darmayasa
Kita jarang menyadari bahwa agama itu ke dalam, ada didalam, ya didalam hati, didalam jiwa, didalam roh kita. Biasanya kita menganggap yang agama itu adalah kalau kita “meriah-meriahan” di luar. Bahwa agama itu kalau yang ada kegiatan bebanten di luar. Bahwa agama itu kalau ada mantram-mantram dengan penyesuaian suara genta.
Bahwa agama itu kalau [...]

Comments (2)

Pendapat Beberapa Resi Hindu Tentang Ahimsa dan Vegetarian

1.Resi Patanjali:
“Ahimsa, mutlak harus dilakukan dalam segala waktu, tempat, keadaan dan kelahiran.”
2.Resi Sukra Acarya:
“Bagi mereka yang berkeinginan untuk mengembangkan sifat-sifat saleh, hendaknya jangan makan daging dan minu minuman keras.”
3.Maharesi Bhisma:
“Akibat lain dari makan daging adalah badan cepat lemah dan nafsu-nafsu jelek bertumbuhan.”
4.Devarsi Narada:
“Orang yang ingin menumbuhkan daging/ototnya dengan cara memasukkan daging makhluk lain ke dalam [...]

Leave a Comment

Kasih Hanya Memberi

Kisah renungan tentang menebar benih kebaikan dan cinta kasih dilanjutkan lagi. Sekarang cerita lain…, di sebuah hutan di dekat sebuah desa terpencil, lewatlah seorang pendeta sambil berkomat-kamit dan tangannya memegang tasbih. Ketika pendeta melewati tepi sungai yang sedang banjir, beliau melihat seekor kalajengking terapung-apung berpegangan di sebatang ranting kecil yang berputar-putar di pusaran air di [...]

Comments (1)

Penyembelihan Binatang Diperbolehkan untuk Tujuan Upacara

Setelah di posting sebelumnya disebutkan tentang pelarangan pembunuhan binatang dalam weda beserta sloka-sloka yang terkait dengan pelarangan tersebut  ,berikut ini tulisan dari Bhagawan Dwija tentang penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk tujuan upacara.
Dalam Manawa Dharmasastra Buku ke-5 pasal 22, 23, 28, 29, 31, 35, 39, 40, 41, 42, penyembelihan binatang dibolehkan. Lihat pasal-pasal berikut ini:
Pasal 39 [...]

Comments (2)

Jangan Berhenti Menebar Benih Kebaikan

Tersebutlah seorang suci yang tinggal di India Tengah, bernama Ekanath. Beliau sangat maju didalam yoga samadhi-nya dan hidupnya sangat sederhana. Para penduduk mengenalnya sebagai seorang pendeta yang tidak pernah marah. Tidak ada yang mampu memancing amarahnya dan karena itulah para penduduk ingin sekali melihat apa yang akan terjadi jika beliau marah? Mereka ingin biar dapat [...]

Comments (1)




  • Categories