Upacara Ngenteg Linggih Pura Segara Kahyangan Jagat Batu Putih

Bertepatan dengan hari suci Saraswati tanggal 1 Agustus, umat Hindu Ketapang-Lampung Selatan melaksanakan uapacara Ngenteg Linggih Pura Segara Kahyangan Jagat Batu Putih.  Pura ini telah berdiri sejak tahun 1978, yang saat itu diprakarsai oleh Guru Yase (saat ini menjadi pini sepuh) umat di Kec. Ketapang, namun masih berupa pelinggih sederhana, baru sejak tahu 2007 diadakan upacara pemugaran dan selesai pada tahun 2009 ini.

Adapun luas areal pura ini sekitar, 5000 m2   terletak di atas hamparan bukit kapur dengan pemandangan pantai yang sangat indah itulah sebabnya di sebut Pura Batu Putih dan hanya berjarak  kurang dari 16 Km dri pelabuhan Bakauheni, Upacara dipimpin oleh empat orang pandita, yakni: Romo Jati dari  Jakarta, Pandita Resi Gunung Sari , Pandita Mpu Dharma Jati, dan Pandita Resi Dwijaksara (ketiganya dari Lampung).

Upacara diawali dengan upacara pecaruan, melaspas, mendem pedagingan, kemudian dilanjutkan dengan upacara mendak nuntun dan Ngenteg Linggih, dan bertepan dengan hari suci saraswati melaksanakan pujawali untuk pertama kalinya.

Di hari yang sama pura ini juga diresmikan penggunaannya oleh Bupati Lampung Selatan, yang diwakili oleh Asisten II Bidang Kemasyarakatan Bapak Drs. Hi. Tamsiri, MM., Turut hadir dalam acara ini yakni:  Direktur  Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu; Bapak I Ketut Lancar, SH, M.Si., Kajati  Prop. Lampung: Bapak Ketut Artana,  Kakanwil Hum & Ham Prop. Lampung: Bapak Gede Widiarta, Sekretaris Parisada Prop. Lampung: Bapak I Ketut Seregig, SH., MH., Pembimas Hindu Prop. Lampung: Bapak I Wayan Mirta Astawa, S.Ag., MM., Ketua WHDI Prop. Lampung: Ibu Ning, dan tokoh-tokoh lintas agama.

Acara seremonial diawali dengan tari penyambutan yang dibawakan oleh  Mahasiswa IHDN Denpasar, kemudian pembacaan sloka Weda, dan laporan oleh Ketua Panitia, Bapak I Wayan Suda, S.Pd. dalam laporannya ketua panitia mengatakan bahwa pura ini dibangun melalui perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pendanaan pembangunan pura ini. Disamping swadaya masyarakat, pendanaan pembangunan juga mendapat bantuan rutin dari pemerintah daerah sejak tahun 2007-2009. Juga mendapat bantuan dari Dirjen Bimas Hindu dan Gubernur Bali: Bapak Bapak Dewa Made Beratha.

Dalam sambutannya Bupati Lampung Selatan (yang dibacakan oleh Ass. II) mengatakan bahwa keberadaan Pura  Segara ini, agar dapat dijadikan sarana oleh umat Hindu di Lampung sebagai media untuk meningkatkan kualitas kerohanian, sehingga dapat turut menjaga keharmonisan dan  keamanan Lampung Selatan.

Dengan kondisi pura yang begitu megah dan indah beliau berharap agar tempat di sekitar kawasan pura ini dapat juga dijadikan sebagai obyek wisata, terutama wisata rohani. Disamping itu beliau juga mengemukakan dengan melihat realita bahwa umat Hindu  di Lampung selatan ini tergolong banyak maka pada tahun anggaran 2010 ini beliau akan menyiapkan formasi guru agama bagi umat Hindu, sehingga pengembangan SDM Hindu dapat ditingkatkan.

Acara diakhiri dengan doa yang dibawakan oleh Bapak Drs. I Nengah Maharta, M.Si. kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan prasasti dan peninjauan lokasi pura. Acara ditutup dengan ramah tamah menikmati makan siang di atas tebing, di kawasan pura segara.

Sumber: HDNet

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *