Doa Jangan Hanya di Bibir

Bagikan

When God is invoked by prayer that emanates from the heart, let it be even once, He responds immediately. It must not emanate only from the lips; it does not have the ring of sincerity and faith. From the lips, it must roll back on the tongue; from the tongue, it must reach down into the heart. Continuous purification alone can grant success in this effort. Just as the mother who is attending to her chores on the first floor of the house, will quickly rush to the infant lying on the ground floor when the infant wails, God will rush to your aid. The mother will not stay away because the wail was not musical or melodious. Similarly, God always responds to prayer that emanates from your heart.


Ketika seseorang berdoa kepada Tuhan untuk meminta tolong dengan sungguh-sungguh dari dalam hati, biarpun itu hanya sekali, Dia akan menjawab dengan segera. Doa jangan hanya berasal dari bibir saja; karena ia tidak memiliki lingkaran ketulusan dan kepercayaan. Dari bibir, doa harus melalui lidah; dari lidah, ia harus sampai ke dalam hati. Hanya dengan pemurnian yang terus-menerus sajalah maka usaha itu bisa mencapai keberhasilan. Bagaikan seorang ibu yang sedang mengerjakan pekerjaan sehari-hari di lantai atas rumahnya, ia akan dengan cepat berlari ke lantai bawah ketika mendengar bayinya mengaduh kesakitan, demikian juga Tuhan akan dengan segera menolongmu. Sang ibu tidak akan berdiam diri karena erangan si bayi yang tidak merdu. Sama halnya, Tuhan akan selalu menjawab doa yang berasal dari dalam hati.

– Divine Discourse, 28 Apr 1975 .


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *