Hindu Dharma

Moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma

Entries for June, 2009

Pelit Itu Dosa

Paasako matsyaghaati ca vyaadhah saakunikas tathaa
Adaataa karsakas ca iava pancat te sama bhaginah.
(Parasara Dharmasastra II.10).
Artinya: Seorang pasaka (orang yang menangkap binatang dengan memasang jerat) nelayan, pemburu, penangkap burung, orang pelit dipandang sama dan sama juga kualitas dosanya.

Leave a Comment

Menguatkan Diri dalam Hadapi Dinamika Hidup

Dalam Bhagawad Gita II.15 ada dinyatakan “sama duhkha-sukham dhiram“. Maksudnya: seimbang dan teguhkanlah diri menghadapai gejolak senang dan sedih.
Fluktuasi senang dan sedih pada zaman Kali ini semakin tajam, terutama bagi mereka yang lemah daya spiritualnya. Membangun sikap hidup yang bijaksana amat sulit kalau masih keadaan diri dikelabui oleh kuatnya gejolak suka dan duka.
Menghadapi meningkatnya dinamika [...]

Leave a Comment

Dana Punia, Prioritas Beragama Zaman Kali

Oleh: Ketut Gobyah
Tapah para, kerta yuge.
Tretayam jnyana mucyate.
Dvapare yadnyavaivahur.
Daana mekam kalau yuge.
(Manawa Dharmasastra. I.86).
Maksudnya:
Pada zaman Kerta puncak beragama dengan Tapa. Pada zaman Treta dengan Jnyana. Upacara Yadnya pada zaman Dwapara. Sedangkan pada zaman Kali dengan Daana Punia.

Leave a Comment

Berbuat Baik untuk Leluhur dan Keturunan

Oleh: Ketut Gobyah
Dasa puuvaanparaan vamsyan
Aatmanam caikavim sakam
Braahmiputrah sukrita krnmoca
Yedenasah pitr rna
(Manawa Dharmasastra III.37).
Maksudnya:
Seorang anak yang lahir dari Brahma Vivaha, jika ia melakukan perbuatan baik akan dapat membebaskan dosa-dosa sepuluh tingkat leluhurnya dan sepuluh tingkat keturunannya dan ia sendiri yang kedua puluh satu.
Sloka Manawa Dharmasastra ini memiliki makna yang sangat luas. Untuk menyelamatkan leluhur dan keturunan [...]

Leave a Comment

Makna Meru bagi Tahapan Kehidupan di Bumi

Oleh: Ketut Wiana

Bentuk pelinggih Meru yang ada di Bali terutama di Pura Padharman pada awalnya berbentuk candi. Seperti meru di Pura Padharman Ida Dalem Klungkung di Besakih, semuanya berbentuk Candi Prasada dibuat dari batu bata. Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, semua pelinggih Candi Prasada itu hancur.
Dalam perbaikannya hanya Candi Prasada yang bertingkat sebelas kembali [...]

Leave a Comment

Tiga Ciri Suksesnya Pengamalan Agama

Oleh: I Ketut Wiana
Masih banyak orang yang baru merasa beragama kalau sudah melaksnakan upacara yadnya atau melakukan sembahyang. Menolong orang menderita, berdana punia di bidang pendidikan, tidak mengotori lingkungan, berlalu lintas yang sopan mengikuti aturan, hidup hemat, hal itu sering tidak dianggap sebagai perilaku mengamalkan ajaran agama. Padahal, berbuat baik, benar dan wajar diajarkan sebagai [...]

Leave a Comment

Hubungan Agama Dan Budaya dalam Hindu

Oleh: Sahnan Ginting, S. Ag
A. Pendahuluan
Agama merupakan kepercayaan kepada Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut-paut dengan itu. Dengan demikian sembahyang, beryadnya, melakukan kewajiban kepada sesama manusia adalah merupakan hal yang termasuk ke dalam agama.
Walaupun kita tidak cepat percaya kepada sesuatu, tetapi percaya itu merupakan hal yang juga diperlukan di dalam hidup. Orang yang tidak memiliki [...]

Comments (2)




  • Categories