Meningkatkan Fungsi Pura

Bagikan

Oleh: Ketut Gobyah

Isyavasam idam jagat
Sarvam jagat yat kim ca
Jagat ya jagat.

(Yajurveda XXXX. 1)

Artinya: Tuhan Yang Mahaesa berstana di alam semestha (Bhuwana Agung). Baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

Mantra Yajurveda ini kembali dikutip pada Kitab Isopanisad I.1. Sesungguhnya Tuhan itu memenuhi seluruh alam semesta ini. Tuhan memenuhi seluruh alam semesta. Tuhan berada di dalam alam semesta maupun di luar alam semesta. Tuhan berada di mana-mana. Ini tentunya menimbulkan pertanyaan, apakah Tuhan tidak berstana di pura saja. Umat awam sering memandang Tuhan hanya berstana di pura.

Sesungguhnya Tuhan itu tak hanya berstana di pura. Pura lebih tepat disebut sebagai tempat memuja Tuhan, karena Tuhan bukan hanya berada di pura. Ibarat lembu betina. Seluruh badan lembu berfungsi memproduksi susu lembu. Namun, susu lembu hanya dapat diperas melalui puting susu lembu. Pura itu ibarat puting susu lembu untuk mendapatkan susu karunia Tuhan. Itu artinya, pura tempat memuja Tuhan untuk mendapatkan anugerah berupa air susu kehidupan yang sejahtera.

Hakikat Tuhan itu ada di dalam dan di luar Bhuwana Agung. Pura pun adalah simbol atau replika dari Bhuwana Agung itu sendiri. Karena itu Pelinggih Meru, Padmasana, tiga areal (Tri Mandala) pura semuanya lambang Bhuwana Agung. Pura itu adalah simbol bhuwana sebagai sarana memuja Tuhan. Ibarat sendok sebagai alat untuk memasukkan makanan ke dalam diri lewat mulut. Dalam analogi itu, yang dimakan adalah nasinya, bukan sendoknya.

Demikian juga ada banyak simbol keagamaan di pura. Semuanya itu sarana untuk memuja Tuhan. Bukan sarana seperti patung atau pelingih itu yang dipuja. Yang dipuja tetap adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Pura sebagai sarana pemujaan Tuhan memiliki dimensi yang amat luas. Tujuan umat memuja Tuhan bukanlah hanya memuja. Memuja Tuhan sebagai salah satu kegiatan beragama untuk mengarahkan diri menuju transformasi rohani ke arah yang makin suci. Kesucian rohani akan menjadi sumber pengendali untuk mengendalikan kualitas perilaku. Perilaku yang semakin berkualitas itulah yang akan dapat mewujudkan hidup yang semakin damai.

Hidup yang damai sebagai kondisi untuk mengembangkan sumber-sumber kehidupan baik yang bernilai material maupun yang bernuansa spiritual. Karena itu, pura sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan hendaknya lebih ditingkatkan peranan dan fungsinya untuk memajukan kualitas hidup umat baik kualitas individu maupun kualitas kolektif.

Lewat sarana pura berbagai program keagamaan yang lebih menyentuh kebutuhan umat dapat dilakukan. Umat akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya, apa bila setiap umat memiliki keterampilan. Setiap manusia lahir ke dunia ini membawa karma wasana. Dalam karma wasana itu ada dua muatannya. Ada guna dan swabhawa. Guna itu adalah bibit-bibit bakat dan minat. Swabhawa adalah bibit-bibit sifat. Lewat kegiatan di pura yang terprogram dengan baik kedua muatan karma wasana dapat dibina. Apalagi pura yang lengkap memiliki jaba sisi, jaba tengah dan jeroan akan lebih mudah mengembangkan program-program yang nyata dapat menyentuh kebutuhan umat.

Di jaba sisi dapat dilakukan program-program yang membantu umat untuk mengembangkan guna widya. Guna widya adalah ilmu yang langsung dapat meningkatkan berbagai keterampilan umat. Dengan keterampilan, umat dapat merebut pasaran kerja untuk mencari nafkah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Di jaba tengah dapat dikembangkan berbagai program meningkatkan pemahaman umat akan nilai-nilai spiritual agama dalam upaya untuk meningkatkan kualitas moral dan daya tahan mentalnya sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang semakin penuh gejolak.

Sementara di jeroan pura sebagai Utama Mandala dapat difungsikan lebih intensif melakukan pendakian rohani yang lebih khusyuk sesuai dengan ajaran Hindu semakin mendekatkan Atman dengan Brahman. Meningkatkan fungsi dan peranan pura sangat perlu dirumuskan dengan matang. Perumusan dilakukan oleh umat penyungsung dan dapat dibantu oleh para ahli yang terkait.

Pura jangan hanya difungsikan sebagai tempat upacara ngodalin atau melakukan perayaan hari raya keagamaan semata. Pura dapat difungsikan untuk mengembangkan keseimbangan hidup sekala dan niskala sesuai dengan ajaran Hindu.

Sumber: http://indoforum.org


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *